Tentang seputar gangguan psikologi yang biasa orang-orang derita


Apa Itu Sindrom Stockholm???
Apa Itu Sindrom Stockholm???
Sindrom Stockholm merupakan suatu gangguan kejiwaan yang biasanya mengenai orang-orang yang pernah diculik. Para penderita sindrom Stockholm biasanya akan merasa sayang dan bahkan membela penculiknya. Keadaan ini biasanya terjadi akibat suatu situasi traumatis, misalnya saat disandera atau diculik. Gejala sindrom Stockholm ini biasanya tidak akan berakhir walaupun masa krisis, misalnya penyanderaan atau penculikannya telah berakhir.
Pada sebagian besar kasus, para korban justru akan tetap membela dan menyayangi penculiknya, bahkan setelah mereka kabur dari penculiknya tersebut. Berbagai gejala sindrom Stockholm juga dapat ditemukan pada hubungan antara tuan dengan budaknya, pada suami istri yang memiliki riwayat kekerasan dalam rumah tangga, dan pada anggota aliran sesat.

Gejala Sindrom Stockholm
Untuk menyebabkan terjadinya sindrom Stockholm pada situasi apapun, setidaknya ketiga hal ini harus dipenuhi, yaitu:
  • Perbedaan kekuasaan yang sangat besar, di mana penculik mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh sandera atau korbannya
  • Adanya ancaman akan kematian atau luka fisik
  • Korban memiliki insting yang kuat untuk bertahan hidup
Selain itu, korban juga harus merasa bahwa dirinya tidak akan pernah dapat melarikan diri, yang berarti ia harus melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup dan korban biasanya tidak diisolasi dari orang lain sehingga membuat korban merasa bahwa penculiknya bukanlah seseorang yang jahat.


Di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana proses terjadinya sindrom Stockholm dalam sebuah tindakan penculikan atau penyanderaan:
  1. Pada sebuah keadaan traumatis dan sangat menakutkan, seseorang menemukan dirinya telah ditangkap oleh seseorang yang mengancam akan membunuhnya bila ia tidak mematuhi setiap perintahnya. Ia mungkin mengalami tindakan kekerasan; baik fisik, seksual, dan atau verbal; yang akan membuatnya sulit untuk berpikir dengan jernih. Menurut sang penculik, kabur bukanlah suatu pilihan karena ia pasti akan mati bila melakukannya. Penculik juga mengancam akan membunuh keluarganya bila ia berusaha untuk kabur. Jadi, satu-satunya jalan untuk bertahan hidup adalah dengan mematuhi penculiknya tersebut
  2. Seiring dengan berlalunya waktu, kepatuhan mungkin bukanlah satu-satunya hal yang diinginkan oleh si penculik. Hal ini dikarenakan sang penculik juga merasa stress dan perubahan mood sang penculik ini tentunya akan membawa pengaruh buruk bagi korbannya. Jadi, menemukan berbagai hal yang dapat memicu kemarahan sang penculik juga merupakan salah satu cara untuk bertahan hidup. Dengan demikian, korban pun mulai mengetahui seperti apa sifat sang penculik
  3. Suatu kebaikan kecil yang dilakukan oleh sang penculik, termasuk dengan tidak membunuh korbannya, akan membuat sang penculik tampak seperti seorang pahlawan yang sangat baik bagi sang korban. Pada situasi traumatis dan mengancam nyawa, suatu kebaikan kecil atau tidak adanya lagi tindakan kekerasan, akan tampak seperti suatu tanda persahabatan di dunia yang mengerikan tersebut, dan korban pun biasanya akan sangat bergantung pada hal tersebut demi bertahan hidup
  4. Sang penculik pun lama-kelamaan tidak lagi terlihat menakutkan, dan hanya tampak seperti sebuah alat untuk bertahan hidup dan melindungi diri dari bahaya. Sang korban pun akhirnya akan mengalami suatu delusi (untuk mengurangi stress psikologis dan fisik yang ia alami), di mana ia benar-benar mengira bahwa sang penculik adalah temannya, bahwa ia tidak akan membunuhnya, dan bahkan mereka dapat saling membantu untuk dapat keluar dari kekacauan yang telah terjadi. Jadi, orang-orang lain yang berusaha untuk menyelamatkannya justru dirasa bukanlah temannya. Sang korban merasa bahwa orang lain tersebut justru akan melukai temannya (sang penculik) sehingga mereka justru melindungi orang yang telah menculiknya tersebut. Fakta bahwa orang yang mereka lindungi juga merupakan suatu bahaya bagi jiwa mereka tampak seperti telah terkubur dalam-dalam saat mereka masuk ke dalam delusi tersebut
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

Unordered List


  • TIK

  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.

  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Pages

About Me

Nama lengkap saya adalah Geccia Kristin Birgita. Biasanya dipanggil Kristin. Saya adalah seorang siswi dari SMA Negeri 95 Jakarta. Saya berumur 15 tahun. Sebelumnya, saya bersekolah di SMPK Seraphine Bakti Utama, dari PG sampai SMP.