Pertama Kali Bicara ke Publik, Ini Arti EXO Bagi Kris Wu

Kris Wu (Billboard)
JawaPos.com – Kris Wu adalah mantan member EXO yang telah meninggalkan grup tersebut pada 2014 lalu. Setelah keluar dari EXO, Kris meniti karir sebagai bintang kelas atas dengan membawa namanya sendiri.
Walaupun demikian, rupanya Kris tidak melupakan begitu saja arti EXO baginya. Bagaimanapun, ia pertama kali dikenal oleh khalayak berkat menjadi bagian dari grup tersebut.
Setelah keluar hingga empat tahun lamanya, belum pernah pria bernama asli Wu Yi Fan ini membicarakan grup yang telah membesarkan namanya itu. Namun kepada VLAD TV, ia menceritakan bagaimana arti EXO baginya dalam sebuah wawancara yang dilakukan baru-baru ini.

Hal ini menjadi sesuatu yang pertama kali terjadi. Pasalnya untuk melihat interaksi Kris dengan para member EXO tersisa juga sangat sulit, termasuk dengan member Tiongkok yang masih bergabung, Lay.
Para penggemar EXO (EXO-L) selalu penasaran dengan hal itu walaupun tak pernah tampak. Bahkan suatu hari, ia pernah berada satu panggung dengan Lay di sebuah acara. Namun interaksi yang dinantikan para EXO-L justru dianggap mengecewakan karena sikapnya.
Dalam wawancara dengan VLAD TV tersebut, Kris meralat jumlah member EXO yang disebutkan si pewawancara ada 11 orang. Ia meralat bahwa member EXO ada 12 orang.
“Aku sangat menghargai semua hal. Ada masa-masa indah dan masa-masa sulit, tapi aku menghargai setiap momen bersama mereka (member EXO). Aku merasa, tanpa itu, aku tidak akan pernah menjadi aku seperti hari ini. Jadi, mereka adalah bagian dari kehidupanku yang aku bawa,” ujarnya.


Kris sendiri memilih keluar dari EXO dan sempat melakukan gugatan terhadap SM Entertainment, agensinya pada tahun 2014 lalu. Ia keluar setelah EXO mengeluarkan album bertajuk Overdose di tahun itu.
Dalam wawancara tersebut, Kris juga mengungkapkan kesulitannya menjadi idola K-pop. Salah satu yang ia keluhkan adalah jadwal yang sangat intens.
“Aku tidak memiliki kebebasan apapun. Hal yang paling menggangguku adalah karena aku tidak mempunyai kebebasan secara kreatif, jadi aku tidak bisa melakukan jenis musik yang diinginkan,” pungkasnya.
Editor : Deti Mega Purnamasari
Reporter : (dmp/JPC)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar